Asesmen Diagnostik untuk Peserta Didik

March 22, 2022

Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilakukan secara spesifik untuk mengidentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik. Peserta Didik yang perkembangan atau hasil belajarnya paling tertinggal berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik, diberikan pendampingan belajar secara afirmatif.

Jenis- Jenis Asesmen Diagnostik.

Terdapat dua jenis asesmen diagnostik yang ada untuk siswa Asesmen diagnostik kognitif dan Asesmen diagnostik non kognitif. Berikut ini Penjelasannya.

Asesmen diagnostik kognitif

Asesmen diagnostik non-kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali hal-hal seperti berikut:

  1. Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi sisiwa
  2. Aktivitas siswa selama belajar di rumah
  3. Kondisi keluarga dan pergaulan siswa
  4. Gaya belajar, karakter, serta minat siswa

Tiga tahap asesmen diagnostik

Ada tiga tahap dalam melakukan asesmen diagnostik, yaitu persiapan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut hasil diagnostik. Dalam persiapan, guru harus membuat rencanana pelaksanaan asesmen, mengidentifikasi materi asesmen, dan menyusun sepuluh soal sederhana. Kemudian dalam persiapan, berikan sepuluh soal asesmen untuk semua siswa di kelas, yang terdiri dari: dua soal berasal dari masing-masing kelas berjalan dengan topik semester satu, kemudian soal berasal dari satu tingkat di bawah kelas berjalan dengan topik semester satu dan dua, serta terakhir dua soal berasal dari dua tingkat di bawah kelas berjalan dengan topik semester dua. Hal ketiga adalah tindak lanjut hasil diagnostik. Ada empat hal untuk tindak lanjut asesmen ini, yaitu: lakukan pengolahan hasil asesmen, berdasarkan hasil penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok (paham, paham sebagian dan tidak paham).

Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru, ulangi proses yang sama, sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan.

Tujuan Asesmen Diagnostik kognitif

  • Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
  • Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
  • Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata.

Asesmen diagnostik non kognitif

Asesmen diagnostik kognitif bertujuan mendiagnosis kemampuan dasar siswa dalam topik sebuah mata pelajaran.
Pelaksanaan Asesmen diagnostik kognitif ini dapat dilaksanakan secara rutin yang disebut asesmen diagnostik kognitif berkala, pada awal pembelajaran, akhir setelah guru selesai menjelaskan dan membahas topik, dan waktu lain. Asesmen Diagnostik bisa berupa Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif.

Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

  1. Persiapan
  2. Pelaksanaan
  3. Tindak Lanjut

Tujuan Asesmen Diagnostik Non-kognitif

  • Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  • Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah
  • Untuk Mengetahui kondisi keluarga siswa
  • Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
  • Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa

untuk penjelasan lebih lengkap mengenai assesment diagnostik mari ikuti webinar kami dengan klik di bawah ini

https://www.ijec.id/learning/asesmendiagnostik


Sumber :

https://www.kompas.com/edu/read/2021/09/01/133512571/selain-asesmen-nasional-yuk-lakukan-asesmen-diagnostik-berkala-untuk-siswa?page=all

https://sebuahtutorial.com/asesmen-diagnostik-siswa-tujuan-dan-jenis-jenisnya

https://www.tiraswati.net/berita/detail/asesmen-diagnostik

Baca Buku SelengkapnyaLihat Regulasi
Bagikan :
Copyright © 2022 IJEC. All rights reserved.